Latest News :
Home » , » LULUS BUKAN BERARTI BEBAS

LULUS BUKAN BERARTI BEBAS

Written By minna press publications on Sabtu, 20 Agustus 2011 | 10.03


Ketika mendengar kata lulus, pikiran kita besar kemungkinan akan terarah pada peserta UN yang telah menyelesaikan ujiannya. Karena pengumuman kelulusan bagi siswa-siswi jenjang SLTA atau sederajat telah diumumkan pada hari senin, (16/05/11) dan akan disusul oleh jenjang SLTP dan SD.
Mulai tahun ini, penentuan kelulusan untuk tingkat SLTP dan SLTA sederajat sudah menggunakan formula baru, yaitu nilai gabungan antara nilai UN dan nilai sekolah yang meliputi nilai ujian sekolah dan nilai rapor. Sebelum kelulusan diumumkan, sekolah telah mengirimkan hasil nilai sekolah kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota, dilanjutkan ke Dinas Pendidikan Propinsi yang akan diteruskan ke Kementrian Pendidikan Nasional (Kemdiknas). Setelah nilai UN digabungkan dengan nilai sekolah dengan formula 60% untuk nilai UN dan 40% untuk nilai sekolah, nilai tersebut di kembalikan lagi ke sekolah. Selanjutnya, sekolah akan menggabungkan nilai dari Kemdiknas dengan nilai dari mata pelajaran lain. Selain nilai dari Kemdiknas, 7 mata pelajaran selain UN juga harus lulus karena hal tersebut menentukan kelulusan tetap satuan pendidikan.
Di bandingkan tahun kemarin, angka kelulusan pada tahun ini mengalami kenaikan. Kelulusan peserta Ujian Nasional (UN) SMA/MA tahun ajaran 2010/2011 mencapai 99.22 persen, sedangkan peserta yang tidak lulus hanya 0,78 persen. Mendiknas mengatakan dari 1.467.058 siswa yang tidak mengikuti UN sebanyak 5.117 siswa, propinsi yang paling banyak tidak lulus dari prosentase adalah NTT sedangkan paling banyak lulus adalah bali. Sementara itu, jumlah kelulusan peserta SMK mencapai 99,51%. Dari total 8.074 peserta yang berasal dari Sekolah Negeri dan 942.689 dari Swasta, peserta yang dinyatakan lulus sebanyak 938.043. Dan sekolah yang angka kelulusannya 100 persen sebanyak 768.854 siswa (81,48%).
Untuk tingkat kelulusan siswa SMA/SMK/MA/MAK di Jatim dinilai cukup memuaskan. Sukses itu ditunjukkan dengan prestasi Jatim di peringkat kelima secara nasional. Peringkat itu berdasar dari jumlah siswa tidak lulus yang sebanyak 709 siswa. Rincian ketidaklulusan itu untuk SMA hanya 0,25 persen atau setara 559 siswa dan SMK hanya 0,10 persen siswa dan jumlah kasat mata ketidak lulusan mencapai 150 siswa.
Sedangkan iumlah siswa SMA/MA yang mengikuti UN di Jatim mencapai 203.466 siswa, dan SMK UN diikuti oleh 150.277. Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Jatim, Dr Harun MSi menyatakan, tingkat kelulusan di Jatim yang baik dicapai, karena kerjasama apik antara pengawas PTN, Kepolisian dan Dispendik masing-masing Kabupaten/Kota.
Disamping terjadinya perubahan formula kelulusan dengan menggabungkan nilai sekolah dan nilai UN serta peningkatan jumlah peserta yang lulus, ternyata ada beberapa hal yang tidak berubah. Dan sayangnya lagi, bahwa hal yang tidak berubah itu adalah hal yang tidak baik dan tidak patut untuk dilaksanakan.
Malang - Sejak Minggu (15/5/2011) kemarin, menjelang pengumuman kelulusan siswa SMA/SMK/MA, pembelian kondom di beberapa apotek di Kota Malang meningkat. Mayoritas pembelinya adalah anak muda. Kebiasaan membeli kondom ini terjadi hampir setiap menjelang kelulusan, dan kalau anak muda sudah membeli kondom, mau dipakai apa lagi?. Lokasi yang paling di sukai untuk merayakan kelulusan adalah di kota batu karena disamping banyak vilanya disana juga berhawa dingin jadi mereka bisa menyewa vila selama semalam suntuk dengan pacarnya.
Mojokerto - Konvoi motor merayakan kelulusan SMA pada hari ke-2 di Mojokerto diwarnai kericuhan dengan beberapa pengguna jalan. Beberapa sopir angkutan umum adu pukul dengan siswa SMA saat melakukan Konvoi di Jalan Raya Mojokerto-Pasuruan di Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar. sekitar pukul 09.30 WIB, ratusan siswa melakukan konvoi dengan aksi coret baju dari arah Kota Mojokerto. Sesampai di Perempatan Pasinan arah Pasuruan, konvoi mereka dibubarkan beberapa sopir angkutan umum. Bahkan adu pukul antara kedua pihak pun tidak terhindarkan. Para siswa yang menolak bubar dipukuli dengan tangan kosong dan kayu oleh beberapa pengguna jalan. Karena tidak terima, para siswa membalas memukul dan melempari batu ke arah kerumunan pengguna jalan.
Pasuruan - Wajah dunia pendidikan di Kabupaten Pasuruan juga tercoreng dengan beredarnya video mesum yang diduga diperankan pelajar. Video mesum dibintangi pelajar itu beredar di tengah hiruk pikuk pengumuman kelulusan Ujian Nasional (UN). Dari informasi yang beredar,  'Artis' video mesum tersebut diduga diperankan oleh seorang siswi kelas 3 salah satu madrasah aliyah di Nguling. Dalam rekaman berdurasi 1,51 menit itu, NT terlihat usai melakukan hubungan badan bersama pacarnya.
Merayakan hari kelulusan boleh saja, namun apakah tidak lebih baik jika perayaan kelulusan itu dilaksanakan dengan hal yang lebih bermanfaat seperti mengadakan tasyakuran atau yang lainnya. Karena, disamping menyalurkan rasa syukur atas kelulusan, siswa juga terhindar dari perbuatan asusila yang dapat mencoreng martabat dirinya sendiri, orang tua, dan bangsa, na’udzubillahi min dzalik.

Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Maskolis | Mas Template | Johny Magazine | Johny News
Copyright © 2011. Media Informasi Ngalah Darut Taqwa - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Slider Script Borneo Templates
Proudly powered by Blogger