Latest News :
Home » , » Phobia kembali melanda Ngalah

Phobia kembali melanda Ngalah

Written By minna press publications on Sabtu, 20 Agustus 2011 | 10.02


Phobia kembali melanda Ngalah

                Phobia adalah rasa ketakutan yang berlebihan pada sesuatu hal atau fenomena. Phobia bisa dikatakan dapat menghambat kehidupan orang yang mengidapnya. Dan  sekarang, Phobia sedang menyerang pondok pesantren Ngalah, terlebih lagi bagi santriwan-santriwati Madrasah Diniyah (MADIN) Darut Taqwa. Lantas, Phobia-phobia macam apakah yang telah melanda bumi Ngalah ini? Kenapa phobia ini selalu datang bagai hama yang menyerang para santri di hampir setiap ahir tahun? Dan bagaimana mereka menghadapi tamu tahunan ini?
Phobia terbesar yang telah menjangkiti beberapa santri adalah schlionophobia (takut pada sekolah .red), sekarang ini mereka sibuk berkutat dengan tembelan kitab, belajar baca kitab dan hifidz. Itu semua dilakukan karena tidak lama lagi mereka akan berhadapan dengan ujian yang di dalamnya mengandung berbagai macam syarat yang menakutkan bagi beberapa santri yang diantaranya adalah hifidz, uji kompetensi dan kelengkapan kitab. Sehingga, banyak diantara santri yang merasa belum siap bahkan takut untuk menghadapi ujian (Tertaphobia) karena mereka takut gagal naik kelas (Atychiphobia).
Hal yang lebih menegangkan lagi adalah bagi santriwan-santriwati wustho yang mau diwisuda, mereka tidak siap untuk menghadapi ujian pada tanggal 18 juli 2011 yang sudah di depan mata. Apalagi, prosedur kelulusan yang tidak sesuai dengan apa yang mereka bayangkan. Untuk ikut lalaran di panggung saja mereka harus hafal nadzom alfiah ibnu malik sebanyak 300 nadzom, sementara data yang masuk mayoritas santri masih hafal 200 nadzom sementara ujian hifidz sudah dimulai sejak senin kemarin (16/05/11).
Mekanisme ujianpun lebih muskilat sekarang, alumni amtsilati (sekarang wustho tsani) merasa kesulitan karena meteri yang diujikan mulai dari kelas 1 ibtida’iyah sampai pelajaran terakhir. Sedangkan, mata pelajaran yang telah mereka peroleh hanya dari kelas  6  sampai wustho tsani dan meteri dari kelas 1 sampai kelas 5 belum mereka dapatkan. Sehingga, mereka belum menguasai materi lughotul arabiyah juz 2-4 tingkatan ibtida’iyah, tauhid dan tafsir jalalain surat al-kahfi, ad-dhuh sampai alfatihah, Serta tajwid. menurut salah satu santriwati lulusan amtsilati dan qira’ati, “meskipun kami sudah lulus qira’ati keteranganya harus sesuai dengan kitab hidayatul mustafid (kelas 5) sedang kita tidak pernah mendapatkan materinya” tuturnya. Mayoritas dari mereka (alumni amtsilati) ada penyesalan karena tidak mengikuti pelajaran kelas 1-5 tingkat basic.
Untuk tingkatan ibtida’ mereka tidak siap menghadapi ujian kompetensi bahkan menghadapi ujian khifidz yang telah dimulai pada hari jumat (27/05/11) kemarin yang akan ditutup pada hari senin (27/06/11), pasalnya mereka telah kebal dan jauh dari yang namanya takut hukuman (Mastigophobia), mereka tetap enjoy dan tidak setor hafalan walaupun telah diwajibkan bahkan diancam akan dihukum jika tidak setoran hafalan. Akibatnya, ketika menghadapi ujian hifidz mereka merasa glabakan, karena mereka belum hafal materi yang akan disetorkan. (ilil)



Takut Dihukum = Mastigophobia
bibliophobia - takut pada buku
Takut Gagal =Atychiphobia
Takut Ke Sekolah =Didaskaleinophobia
Epistemophobia: takut akan ilmu pengetahuan
Zeusophobia: takut akan Tuhan2


Hantu sekulerisme di Ngalah

Sosok hantu yang satu ini sekarang telah menjadi momok yang menakutkan bagi santriwan-santriwati Ngalah. Lantas apa usaha mereka untuk menanggulangi rasa khauf-nya itu? Dan apakah  hantu sekulerisme yang sebenarnya?
Sekular berasal dari bahasa latin saeculum yang berarti sekarang ini, jadi sosok hantu yang ditakutkan adalah ujian madin dan wustho, sekarang ini mereka sibuk berkutat dengan tembelan kirab, hifidz dll. Namun yang lebih menegangkan buat santriwan-santriwati wustho yang mau diwisuda, mereka tidak siap menghadapi tanggal 17 juli 2011 yang sudah di depan mata apalagi procedure kelulusannya tak seperti dengan yang mereka bayangkan. Untuk ikut lalaran di panggung saja mereka harus hafal nadzom alfiah ibnu malik sebanyak 300 nadzom, sementara data yang masuk mayoritas santri masih hafal 200 nadzom sementara ujian hifidz sudah dimulai senin kemarin (tgl 16 mei 2011), mekanisme ujianpun lebih muskilat sekarang, bagi yang ikut program amtsilati (alumni amtsilati yang sekarang wustho tsani) mereka merasa kesulitan karena meteri yang diujikan mulai kelas 1 ibtida’iyah sampai pelajaran terakhir, sehingga mereka belum menguasai ateri lughotul arabiyah juz 2-4 tingkatan ibtida’iyah, tauhid dan tafsir jalalain surat al-kahfi, ad-dhuh- alfatihah dll. Serta tajwid, menurut salah satu santriwati lulusan amtsilati dan qira’ati meskipun kita sudah lulus qira’ati keteranganya harus sesuai dengan kitab hidayatulmustafid (kelas 5) sedang kita tidak pernah mendapatkan materinya” tuturnya. Mayoritas dari mereka (alumni amtsilati) ada penyesalan karena tidak mengikuti pelajaran kelas 1-5 tingkat basic.
Untuk tingkatan ibtida’ mereka tidak siap menghadapi uji kompetensi dan khifidz yang akan langsung dimulai tanggal 29 mei sampai selesai pasalnya tembelan kitab masih banyak apalagi buat santri yang sering sleeping in the class ....
Ok dari kami good luck for you all oc
Tetap spirit wala taiasyu .... ocem (ilil).

schlionophobia - takut pada sekolah
bibliophobia - takut pada buku   
Takut Dihukum = Mastigophobia,
Takut Gagal =Atychiphobia,
Takut Ke Sekolah =Didaskaleinophobia,
Epistemophobia: takut akan ilmu pengetahuan
Zeusophobia: takut akan Tuhan2
Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Maskolis | Mas Template | Johny Magazine | Johny News
Copyright © 2011. Media Informasi Ngalah Darut Taqwa - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Slider Script Borneo Templates
Proudly powered by Blogger